Bolehkah Ikut Donor Darah Bagi Yang Pernah Mengidap Hepatitis


Tubuh yang sehat seutuhnya adalahsalah satu kriteria utama untuk mengerjakan donor darah. Itulah kenapa tidak seluruh orang dapat bebas mengerjakan donor darah, tetapi tidak boleh sedang terjangkit penyakit tertentu. Bagaimana dengan hepatitis?

Hepatitis ialah penyakit peradangan pada hati yang salah satunya diakibatkan oleh virus hepatitis. Tidak melulu satu, namun ada sekian banyak virus hepatitis yang nantinya bakal membagi penyakit hepatitis menurut sejumlah 5 jenis. Mulai dari hepatitis A, B, C, D, dan E, dengan tingkat keparahan penyakit yang berbeda-beda (di Indonesia, jenis virus tersering ialah A, B, dan C).

Di samping dari virus, hepatitis juga dapat disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dan penyakit perlemakan hati non alkoholik atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). Nah, di antara syarat mutlak guna donor darah yaitu Anda jangan mempunyai penyakit hepatitis, terlepas dari apa juga jenis penyakitnya.

Akan tetapi, dari sekian jenis penyakit hepatitis yang ada, masih terdapat yang mengizinkan mantan pengidap hepatitis guna donor darah. Mengutip dari laman Very Well Health, orang yang pernah mempunyai hepatitis boleh donor darah asalkan yang dialami ialah virus hepatitis A.

Seseorang dengan hepatitis A baru diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya setelah ditetapkan sembuh sepenuhnya sampai-sampai nantinya tidak bakal membahayakan sang penerima donor.

Siapa mantan pengidap hepatitis yang jangan donor darah?

Lain lagi ceritanya andai hepatitis yang pernah dialami ialah jenis B dan C. Dari sederet susunan orang yang jangan donor darah, satu diantara yang dilafalkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yaitu orang yang sebelumnya pernah merasakan hepatitis B.

Bukan melulu hepatitis B saja, orang dengan riwayat penyakit hepatitis C sebelumnya pun tidak diperbolehkan untuk donor darah. Berdasarkan keterangan dari dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH, selaku dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), bahwa tes antibodi hepatitis C atau tes anti-HCV yang positif bakal melekat di dalam tubuh pengidapnya seumur hidup.

Jadi, ketika dilaksanakan pemeriksaan darah bisa segera diketahui bahwa orang itu pernah mempunyai hepatitis C sebelumnya, sebab tes anti-HCV mengindikasikan hasil positif, melansir dari Detik Health. Singkatnya, meskipun orang itu telah ditetapkan sembuh dari penyakit hepatitis B dan C, mereka masih tidak diizinkan untuk mengerjakan donor darah.

Patuhi sekian banyak syarat yang mesti diisi sebelum donor darah

Bagi kita yang pernah mempunyai penyakit hepatitis A sebelumnya dan sekarang telah sembuh total, pastikan kita memenuhi sejumlah syarat sebagai berikut sebelum mantap mengerjakan donor darah:

  • Usia 17-60 tahun
  • Berat badan paling tidak 45 kg
  • Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
  • Kadar hemoglobin wanita paling tidak 12 g/dl, dan lelaki 12,5 g/dl
  • Suhu tubuh normal
  • Jarak donor paling tidak 3 bulan sejak mengerjakan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

Supaya benar-benar meyakinkan tubuh kita dalam situasi sehat sepenuhnya, ada kesebelasan dokter dan petugas PMI yang bakal mengecek situasi kesehatan Anda.

Pemeriksaan itu melibatkan penimbangan berat badan, pengukuran desakan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan kadar hemoglobin darah.Pastikan pun Anda menyampaikan situasi kesehatan yang sedang atau pernah dirasakan pada petugas donor darah.
Bolehkah Ikut Donor Darah Bagi Yang Pernah Mengidap Hepatitis Bolehkah Ikut Donor Darah Bagi Yang Pernah Mengidap Hepatitis Reviewed by akbar on Februari 13, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.